Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Anak-anak Allah, Mendamaikan Dahulu dan yang Sekarang

Jumat, 1 November 2019 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Mat 5:9 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.  1Yoh 3:2 Selama satu minggu ini saya mengalami beberapa pergulatan batin yang saya alami dalam suatu komunitas pelayanan. Saya merasa cukup jenuh berada di komunitas pelayanan ini. Kemudian, saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri, mengapa saya begitu jenuh, dan saya membuat beberapa dugaan. Dugaan pertama, karena pelayanan ini begitu rutin dan mengurangi waktu tidur saya, sehingga saya cukup kelelahan. Dugaan kedua, karena komunitas yang menaungi pelayanan tersebut tidak mengemas pertemuan rutin yang memberikan penguatan yang cukup secara rohani bagi saya, sehingga s...

Rendah hati: Berani Melihat Masalah dan Memperjuangkannya

27 Oktober 2019 Doa orang miskin menembusi awan, dan ia tidak akan terhibur sampai mencapai tujuannya. Ia tidak berhenti hingga Yang Mahatinggi memandangnya, dan memberikan hak kepada orang benar dan menjalankan pengadilan. (Sir 35:17-18) Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. (Luk 18:13) Bacaan hari ini sungguh mengetuk hati saya untuk membuat refleksi tentangnya dalam hidup saya. Tuhan mengatakan bahwa doa orang miskin menembus langit naik surga. Waktu saya berdoa Rosario hari ini, saya mendapatkan makna tentang bacaan tersebut. Dua ayat emas yg saya kutip, saya rasakan begitu terkait. Karakter orang miskin yang diceritakan, begitu menggugah saya. Tidak hanya sekedar menyangkal diri, kerendahan hati yang ditunjukan pemungut cukai, sungguh dijelaskan karakternya oleh Paulus. Yaitu bahwa orang yang rendah hati selalu sadar atas kelemahan dan dosa-dosany...

Menilai Zaman, Menilai Sistem

Renungan bacaan 25 Oktober 2019 Antonius Semmy Tyar Armandha Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? (Luk 12:56-57) Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam dalam aku (Rm 7:20) Renungan saya hari ini cukup panjang, namun sama sekali bukan untuk memberikan suatu analisis yang mengarah pada pengajaran. Tidak. Saya membuat renungan ini berdasarkan pada apa yang saya rasakan menjadi sarana bagi Allah untuk menyapa saya secara pribadi. Adapun panjangnya renungan ini karena bacaan hari ini sangat mengena bagi saya karena terkait dengan apa yang saya amati dan saya rasakan belakangan ini. Bagi saya, kedua ayat emas yang saya pilih dari bacaan hari ini mau mengatakan bahwa dosa yang ada pada diri kita bukanlah datang dari bagian terdalam dari diri kita, ...

Jangan biarkan orang lain mengendalikan siapa Anda!

Jumat 18 Oktober 2019 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu . (Luk 10:6) Pada awal membaca Injil hari ini, entah mengapa Lukas 10:6 langsung  membuat saya terpana, dan merasa bahwa ayat inilah ayat emas saya hari ini. Padahal banyak ayat lain yang lebih familiar bagi saya, entah karena maknanya penting bagi Gereja atau bagi iman Kristiani pada umumnya.  Ketika saya renung2kan lagi, ternyata memang satu minggu belakangan ini yang ada di benak saya adalah tentang bagaimana menghadapi keculasan orang lain, dan bagaimana saya harus bersikap menanggapinya. Punya atasan yang suka melampiaskan emosinya ke bawahan, pastinya tidak enak dan menjadi beban tersendiri. Ini yang membuat saya akhir2 ini memikirkan bagaimana caranya suatu saat bisa "ngerjain" bahkan kalau perlu berontak dan seketika keluar dari pekerjaan dengan merendahkan orang yang kebetulan jadi atasan saya ...