Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Kenal ≠ Percaya

 Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ. Mat 13:38 Dalam kehidupan sehari-hari, saya cenderung "meremehkan" hal-hal yang sudah saya anggap saya kenal dan paham sudah lama. Misalnya, ketika mengendarai sepedah motor, saya cenderung tidak memerhatikan hal-hal kecil seperti bagaimana berbelok yang benar tanpa mengakibatkan kendaraan lain kaget. Karena saya merasa sudah mahir berkendara sepedah motor, saya merasa tidak perlu memerhatikan lagi hal-hal yang sesungguhnya krusial dan esensial dalam berkendara sepedah motor tersebut.  Contoh yang lebih kompleks, adalah hubungan dengan orang dekat seperti orang tua, saudara dan teman dekat. Saya akan cenderung santai jika berinteraksi dengan ibu saya misalnya dibanding dengan atasan saya di tempat kerja. Namun, justru saya akan lebih banyak memerhatikan hal-hal kecil tapi penting ketika berinteraksi dengan atasan saya, ketimbang dengan ibu saya. Saya akan memandang komunikasi dengan ibu saya, yang...

Pendulum Yesus

Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorangpun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri. Mrk 9:8 Bumi tempat kita tinggal berotasi pada porosnya dan berputar mengelilingi matahari. Diketahui bahwa putaran rotasi bumi kecepatannya mencapai lebih dari 1000 km/jam. Tetapi kita tidak dapat merasakannya, karena  kecepatannya yang konstan. Untuk mengetahui bumi berotasi, Leon Focault menemukan sebuah pendulum yang bisa mendeteksi dan membuktikan bahwa bumi berotasi sedemikian cepat. Meski Copernicus yang pertama kali menyadari fakta bahwa bumi yang megitari matahari dan bukan sebaliknya, tetapi Foucault lah yang berhasil membuat alat untuk membuktikannya secara empiris. Bagi saya, kisah transfigurasi Yesus hari ini menunjukkan bahwa Yesus-lah pendulum zaman, bahkan kehidupan kita. Sebagaimana rotasi bumi yang tidak bisa kita rasakan, sejarah hidup dan keagungan Tuhan sulit dirasakan sebelum adanya Yesus. Elia dan Musa adalah nabi he...

Idealita

Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya Yes 58: 6b Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.  Mat 5:25  Dalam kegiatan kerja sehari-hari, saya sering menemukan momen ketika harus berhadapan dengan pilihan antara melakukan yang benar dan yang happy. Yang benar tentu saja segala sesuatu tindakan yang dilakukan berdasarkan standar kelaziman baik moral, kemanusiaan, aturan, maupun hukum, dsb, yang secara ideal dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan yang happy adalah tindakan-tindakan yang di luar kelaziman, yang menorobos aturan, yang berorientasi jangka pendek, dan yang pasti tidak mengharapkan hal-hal yang ideal.  Ayat pertama di atas bagi saya, adalah ideal...

Aliansi dengan Tuhan

Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?  Mrk 2:9 Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku . Ibr 4:1 Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitahuan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya.   Ibr 4:2 Yesus adalah adikuasa, dengan menyembuhkan orang sakit yang diturunkan dengan tilam, Ia berkuasa. Tetapi tidak seperti ke-adikuasa-an Amerika Serikat ataupun Imperium Romawi, Yesus berkuasa dengan cinta kasih dan pengorbanan: sebuah kuasa yang tidak dapat dilawan oleh siapapun. Yesus mendisrupsi konsep perlawanan itu sendiri dengan pengorbanan-Nya di kayu salib, sekaligus menghancurkan ke-adikuasa-an yang manusiawi dan menggantikannya ...