Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Kegembiraan dalam Penderitaan, Kemampuan Mengangkat yang Kecil, Lemah, dan Tak Berdaya

Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.   Kis 5:41  "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"  Yoh 6:9  Bagaimana bisa di tengah-tengah penderitaan ada kegembiraan? Bacaan hari ini mengajarkan kepada saya, bahwa ada penderitaan yang bisa menggembirakan, yaitu penderitaan dalam Yesus Kristus yang mampu mengangkat yang kecil, lemah dan tidak berdaya menjadi sebuah kekuatan yang menghidupkan. Yesus Kristus mau menderita di kayu salib, sehingga ia bisa melakukan mukjizat-mukjizat. Sebaliknya, hanya dengan berpihak pada yang kecil dan lemah Yesus dimampukan untuk mendapatkan kegembiraan dalam penderitaan-Nya. Yesus tidak memandang sebelah mata anak kecil dan sumber daya minim yang dimilikinya (hanya 5 roti dan 2 ikan untuk lima ribu laki-laki).  Anak kecil adalah gambaran yang kec...

Karakter sebagai jembatan antara Iman dan Perbuatan

Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? Yak 2:20 Ayat di atas selalu membuat saya malu dan merenungi kehidupan yang telah saya jalani selama ini. Hal ini karena seringkali iman saya tidak berbuah pada perbuatan, dan perbuatan saya tidak berasal dari iman. Barangkali jika Paulus bertanya hal yang sama langsung kepada saya, jawabannya sudah pasti nihil. Karena jika saya menjawab “ya saya mengakui”, darimana saya bisa menjawab itu, padahal iman dan perbuatan saya tidak selaras? Saya mengakui tapi dalam praktiknya saya tidak melaksanakannya. Jika saya menjawab “tidak, saya tidak mengakui”, saya juga membohongi diri saya sendiri. Lantas, saya selalu bertanya mengapa selalu ada gap antara iman saya dan perbuatan saya? Saya melakukan pembenaran terhadap perbuatan-perbuatan saya yang salah. Saya mencari alasan terhadap apa seharusnya saya lakukan, namun tidak saya lakukan. Saya sering melawan suara hati saya sendiri. Jik...

Batu Penjuru Kehidupan

Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita . Mat 21:42 Kisah Yusuf anak Israel, adalah kisah yang sangat berkesan bagi saya. Kisah ini bagaikan batu penjuru bagi hidup saya, karena kisah inilah yang mengangkat saya keluar dari kesedihan hidup. Pada saat saya merenungi kesedihan itu, kondisi keimanan saya sedang dalam keburukan pula. Kehidupan iman saya hanya formalitas. Pada saat itu saya mendengar di Youtube, kotbah seorang pendeta yang mengangkat cerita Yusuf. Saya memang sebelumnya sangat mengagumi Yusuf yang berhasil menguasai Mesir dengan bakatnya membaca mimpi, dan di usia yang muda pula. Saya memang selalu membayangkan bisa menjadi Yusuf yang di usia mudanya bisa sebegitu cemerlang. Namun perspektif saya berubah setelah mendengar kotbah tersebut. Saya kemudian diberi pencerahan, bahwa ada sisi lain y...

Insan sebagaimana adanya

Aku telah mendengar bisikan banyak orang: "Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!" Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh: "Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!" Yer 20:10  Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: "Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar." Yoh 10:41 Terkadang dalam hidup ini, saya melihat individu hanya dari perkataan orang-orang banyak yang sebetulnya tidak tahu betul mengenai sosok orang itu sebenarnya. Seperti di lingkungan kerja saya yang saya akui begitu kencang omongan-omongan yang diucapkan di belakang seseorang. Saya justru mengenal seseorang bukan apa adanya, tetapi karena informasi dari orang lain, yang dapat saya katakan 90% negatif. Mungkin ada benarnya, namun mereka membingkai itu s...

Yesus sebagai Pusat Rencana

Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan . Yoh 21:6  Yesus ketika itu meminta lauk pauk kepada para murid-Nya yang sedang memancing ikan. Namun, Yesus justru memberikan petunjuk bagaimana mendapatkan ikan di saat para murid-Nya mengatakan ketiadaan lauk pauk tersebut.  Bagi saya tindakan Yesus tersebut menunjukkan wibawa dan kharisma seorang pemimpin sejati. Ia tidak memberikan secara langsung apa yang dibutuhkan para murid pada saat itu yang sedang mencari ikan untuk penghidupan mereka, melainkan "meminta" terlebih dahulu dan kemudian memberikan suatu arahan dan petunjuk yang sangat presisi dan jitu. Terbukti para murid langsung mendapatkan tangkapan besar ketika mengikuti petunjuk-Nya tersebut.  Bagi saya, ayat hari ini begitu menyentuh karena mengajarkan bahwa kebutuhan sehari-hari kita pasti dipenuhi Allah apabila kit...