Yesus sebagai Pusat Rencana
Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Yoh 21:6
Yesus ketika itu meminta lauk pauk kepada para murid-Nya yang sedang memancing ikan. Namun, Yesus justru memberikan petunjuk bagaimana mendapatkan ikan di saat para murid-Nya mengatakan ketiadaan lauk pauk tersebut.
Bagi saya tindakan Yesus tersebut menunjukkan wibawa dan kharisma seorang pemimpin sejati. Ia tidak memberikan secara langsung apa yang dibutuhkan para murid pada saat itu yang sedang mencari ikan untuk penghidupan mereka, melainkan "meminta" terlebih dahulu dan kemudian memberikan suatu arahan dan petunjuk yang sangat presisi dan jitu. Terbukti para murid langsung mendapatkan tangkapan besar ketika mengikuti petunjuk-Nya tersebut.
Bagi saya, ayat hari ini begitu menyentuh karena mengajarkan bahwa kebutuhan sehari-hari kita pasti dipenuhi Allah apabila kita mau percaya kepada-Nya dengan segenap hati kita walau kita sendiri tidak yakin akan arahan-arahan atau hikmat yang Ia sendiri berikan kepada kita. Lebih dari itu, Tuhan Yesus secara tidak langsung juga seolah mengajarkan bahwa untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dan kita butuhkan, akan jauh lebih baik dan bermakna apabila tujuan utamanya adalah untuk orang lain terlebih dahulu, agar "tangkapan" kita lebih besar, sehingga kita akan lebih sejahtera.
Beberapa saat yang lalu, saya mengalami kegagalan dalam melamar pekerjaan baru yang menurut saya pekerjaan itu sangat cocok bagi saya. Saya sudah percaya diri akan diterima karena latar belakang saya sangat cocok dengan yang dibutuhkan. Namun, apa daya, ada orang lain yang lebih pantas diterima. Saya merasa sedih, mental saya jatuh karena merasa tidak berharga lagi. Namun di balik itu semua, saya lantas menyadari apabila saya diterima, saya tidak dapat lagi bekerja sambilan dengan mengajar di kampus misalnya. Lebih dari itu, saya menyadari pula, bahwa pekerjaan yang saat ini saya lakukan belum sepenuhnya tuntas, sehingga apabila saya diterima akan berpotensi mengganggu kinerja pekerjaan yang sudah ada.
Jauh lebih daripada itu semua, saya menyadari sepenuhnya bahwa Allah memiliki rencana tersembunyi bagi saya dan kehidupan saya. Di luar rencana saya, rencana Allah adalah yang paling besar dan menyeluruh. Apapun masa depan saya nanti, arahan Tuhan adalah yang paling presisi dan paling penting. Di samping itu, saya juga perlu mendengarkan lebih jeli lagi, orang-orang di sekitar saya apabila rencana saya bisa berhasil, Dengan memperhatikan kepentingan orang lain, saya yakin apapun rencana saya, hasil yang didapatkan akan jauh lebih besar ketimbang saya secara individualistik merencanakannya sendiri. Melalui bacaan hari ini, saya lebih mawas diri dalam merencanakan apapun.
DOA
Ya Yesus Kristus, Engkau telah bangkit dan datang menemui murid-murid-Mu di Danau Tiberias, dan memberikan berkat yang berlimpah kepada mereka yang percaya akan Engkau. Datanglah dalam hidup dan rencanaku ya Yesus. Ubahlah dengan kehendak-Mu sendiri, cetak biru kehidupanku, karena aku yakin arahan-Mu dapat memperindah rencana hidupku. Mampukanlah aku pula dalam mengupayakan kepentingan yang lebih luas, tidak hanya rencana pribadiku yang sifatnya individualistik, agar aku bisa mendapatkan "tangkapan" yang besar bagi diriku dan bagi orang-orang di sekitarku; melalui pekerjaan dan pelayananku.
Amin.
Antonius Semmy Tyar Armandha
Komentar
Posting Komentar