Kegembiraan dalam Penderitaan, Kemampuan Mengangkat yang Kecil, Lemah, dan Tak Berdaya
Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.
Kis 5:41
"Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" Yoh 6:9
Bagaimana bisa di tengah-tengah penderitaan ada kegembiraan? Bacaan hari ini mengajarkan kepada saya, bahwa ada penderitaan yang bisa menggembirakan, yaitu penderitaan dalam Yesus Kristus yang mampu mengangkat yang kecil, lemah dan tidak berdaya menjadi sebuah kekuatan yang menghidupkan. Yesus Kristus mau menderita di kayu salib, sehingga ia bisa melakukan mukjizat-mukjizat. Sebaliknya, hanya dengan berpihak pada yang kecil dan lemah Yesus dimampukan untuk mendapatkan kegembiraan dalam penderitaan-Nya. Yesus tidak memandang sebelah mata anak kecil dan sumber daya minim yang dimilikinya (hanya 5 roti dan 2 ikan untuk lima ribu laki-laki).
Anak kecil adalah gambaran yang kecil, lemah, dan tak berdaya. Tetapi Yesus mampu membuat mukjizat dari apa yang anak kecil miliki, bukan dari pembesar-pembesar, ataupun orang-orang kaya yang bisa menjadi sponsor. Namun justru dari yang kecil dan tak berdaya itulah lahir kekuatan yang besar. Berkumpulnya 5 ribu laki-laki adalah bukti bahwa dari hal yang kecil, kolektivitas dapat terbangun.
Demikian pula para petani, buruh, nelayan yang sehari-harinya bekerja menopang seluruh sistem ekonomi yang ada. Bagi para pemodal, mungkin mereka hanya mesin yang menjadi pemicu produktifitas. Tapi bayangkan apabila mereka-mereka yang kecil dan tidak berdaya ini tidak ada, siapa yang bisa menyediakan "5 roti dan 2 ikan" yang menjadi bahan awal mukjizat pemenuhan kebutuhan hidup kita sehari-hari? Ketika kita para karyawan menengah saat ini bisa Work From Home, apa mereka bisa? Apa yang terjadi jika para petani, buruh, nelayan melakukan WFH? Sudah pasti kita semua kelaparan. Namun yang mereka dapatkan justru lebih banyak cacian dan peremehtemehan dari kita semua.
Mukijizat 5 roti 2 ikan bagi saya menunjukkan bahwa Yesus sendiri mengerti akan kebutuhan dasar umat-Nya. Dan orang-orang yang berjuang untuk membuatnya adalah orang-orang yang harus dihargai. Di sisi lain, Yesus juga ingin mengatakan bahwa memiliki iman juga tidak kalah pentingnya, yang nantinya akan membantu kita memperoleh mukjizat. Makanan fisik adalah penting, namun makanan rohani yaitu Firman Allah juga sangat penting.
Dalam hidup sehari-hari, saya juga sering memikirkan hal-hal kecil seperti kebutuhan makan dan minum yang sifatnya fisik. Namun hal itu saya pikirkan tidak dalam iman yang teguh, sehingga saya cenderung khawatir mengenainya. Hari ini Yesus mengajarkan kepada saya agar beriman dalam "5 roti 2 ikan" yang ada di depan saya hari ini dan hari-hari berikutnya, dan tidak kalah penting, beriman kepada Yesus yang dapat melipatgandakan "5 roti 2 ikan" tersebut. 5 roti dan 2 ikan sebagai sumber daya yang minim, tapi jika dipersembahkan kepada-Nya sebagai karya bakti kita, akan mampu memberi makan "5000" kebutuhan kita yang lain.
*Doa*
Ya Yesus Kristus semoga saya dapat menjalankan penderitaan-penderitaan dengan penuh kegembiraan, yaitu penderitaan yang berani berkorban untuk yang lemah, kecil, dan terpinggirkan. Semoga 5 roti dan 2 ikan yang saya miliki saat ini, yang masih saya rasa kurang, dapat Engkau lipat gandakan menjadi berkat bagi saya dan orang-orang yang terpinggirkan tersebut.
Amin
Antonius Semmy Tyar Armandha
Komentar
Posting Komentar