Insan sebagaimana adanya
Aku telah mendengar bisikan banyak orang: "Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!" Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh: "Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!" Yer 20:10
Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: "Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar." Yoh 10:41
Terkadang dalam hidup ini, saya melihat individu hanya dari perkataan orang-orang banyak yang sebetulnya tidak tahu betul mengenai sosok orang itu sebenarnya. Seperti di lingkungan kerja saya yang saya akui begitu kencang omongan-omongan yang diucapkan di belakang seseorang. Saya justru mengenal seseorang bukan apa adanya, tetapi karena informasi dari orang lain, yang dapat saya katakan 90% negatif. Mungkin ada benarnya, namun mereka membingkai itu semua dengan perspektif dan persepsi mereka sendiri mengenai orang yang sedang diomongkan di belakang itu, tanpa mengkonfirmasi langsung ke orang yang bersangkutan.
Saya sendiri tidak ingin mengelak, bahwa saya juga terkadang membicarakan orang lain tanpa tahu betul duduk perkara orang itu dan tanpa tahu betul pergulatan apa yang orang itu hadapi dalam hidupnya. Saya seakan menikmati ketika ada orang menggunjingkan orang lain "di belakang punggungnya", karena itu seakan menjadi informasi baru bagi saya, dan orang yang bercerita itu sedang berada di pihak saya dan tidak mungkin menggunjingkan saya. Namun yang tidak saya sadari sebelumnya, bahwa sayapun bisa kena pergunjingan2 itu tanpa saya ketahui, atau dengan kata lain "di belakang punggung saya".
Namun memang ada sisi lain yang membuat saya justru merasa mendapatkan "manfaat" dari informasi-informasi yang diceritakan di belakang punggung itu. Saya menjadi lebih berhati-hati, pertama dengan setiap orang yang berlaku manis dan baik atau kepada siapapun itu. Kedua, saya jauh akan lebih berhati-hati kepada orang yang membicarakan orang di belakang punggungnya dengan proporsi yang tidak imbang. Karena bisa saja informasi-informasi itu benar adanya (bahkan yang buruk sekalipun), namun tidak diceritakan dengan porsi yang imbang, misalnya apa latar belakang orang itu bisa berbuat buruk dan apa kendala-kendala yang dihadapi dalam hidupnya.
Melalui bacaan hari ini, pandangan saya tersebut dikuatkan. Yesus Kristus telah membuktikan kepada orang-orang yang menggunjingkan dan menghujatnya, bahwa Ia benar dan Ia melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah sesuai dengan apa yang tertulis. Perilaku menggunjingkan orang sebenarnya sudah mendarahdaging di kehidupan manusia, terlihat dari bacaan Yer 20:10. Hal ini terjadi juga terhadap Yesus yang melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah. Kita dituntun tenang dan tidak membalas perlakuan tersebut, dengan membuktikan secara perlahan bahwa tuduhan-tuduhan orang yang salah persepsi tersebut tidak benar. Kita juga diajarkan untuk tidak menghakimi orang lain sebelum memverifikasi kebenaran-kebenaran yang ada dan mengkonfirmasikannya kepada orang yang bersangkutan.
Doa
Ya Tuhan, ampunilah aku yang sering mendengarkan pergunjingan orang lain, bahkan tidak jarang menggunjingkan orang juga. Ajarilah aku hikmat dalam menerima dan mendengarkan apapun yang dikatakan orang tentang orang lain, agar aku tidak salah memahami siapapun. Berilah aku kesabaran dan ketenangan, jika harus menghadapi pergunjingan orang lain terhadap diri saya sendiri, agar Engkau sendiri yang menyertai aku seperti pahlawan yang gagah.
Amin
Antonius Semmy Tyar Armandha
Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: "Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar." Yoh 10:41
Terkadang dalam hidup ini, saya melihat individu hanya dari perkataan orang-orang banyak yang sebetulnya tidak tahu betul mengenai sosok orang itu sebenarnya. Seperti di lingkungan kerja saya yang saya akui begitu kencang omongan-omongan yang diucapkan di belakang seseorang. Saya justru mengenal seseorang bukan apa adanya, tetapi karena informasi dari orang lain, yang dapat saya katakan 90% negatif. Mungkin ada benarnya, namun mereka membingkai itu semua dengan perspektif dan persepsi mereka sendiri mengenai orang yang sedang diomongkan di belakang itu, tanpa mengkonfirmasi langsung ke orang yang bersangkutan.
Saya sendiri tidak ingin mengelak, bahwa saya juga terkadang membicarakan orang lain tanpa tahu betul duduk perkara orang itu dan tanpa tahu betul pergulatan apa yang orang itu hadapi dalam hidupnya. Saya seakan menikmati ketika ada orang menggunjingkan orang lain "di belakang punggungnya", karena itu seakan menjadi informasi baru bagi saya, dan orang yang bercerita itu sedang berada di pihak saya dan tidak mungkin menggunjingkan saya. Namun yang tidak saya sadari sebelumnya, bahwa sayapun bisa kena pergunjingan2 itu tanpa saya ketahui, atau dengan kata lain "di belakang punggung saya".
Namun memang ada sisi lain yang membuat saya justru merasa mendapatkan "manfaat" dari informasi-informasi yang diceritakan di belakang punggung itu. Saya menjadi lebih berhati-hati, pertama dengan setiap orang yang berlaku manis dan baik atau kepada siapapun itu. Kedua, saya jauh akan lebih berhati-hati kepada orang yang membicarakan orang di belakang punggungnya dengan proporsi yang tidak imbang. Karena bisa saja informasi-informasi itu benar adanya (bahkan yang buruk sekalipun), namun tidak diceritakan dengan porsi yang imbang, misalnya apa latar belakang orang itu bisa berbuat buruk dan apa kendala-kendala yang dihadapi dalam hidupnya.
Melalui bacaan hari ini, pandangan saya tersebut dikuatkan. Yesus Kristus telah membuktikan kepada orang-orang yang menggunjingkan dan menghujatnya, bahwa Ia benar dan Ia melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah sesuai dengan apa yang tertulis. Perilaku menggunjingkan orang sebenarnya sudah mendarahdaging di kehidupan manusia, terlihat dari bacaan Yer 20:10. Hal ini terjadi juga terhadap Yesus yang melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah. Kita dituntun tenang dan tidak membalas perlakuan tersebut, dengan membuktikan secara perlahan bahwa tuduhan-tuduhan orang yang salah persepsi tersebut tidak benar. Kita juga diajarkan untuk tidak menghakimi orang lain sebelum memverifikasi kebenaran-kebenaran yang ada dan mengkonfirmasikannya kepada orang yang bersangkutan.
Doa
Ya Tuhan, ampunilah aku yang sering mendengarkan pergunjingan orang lain, bahkan tidak jarang menggunjingkan orang juga. Ajarilah aku hikmat dalam menerima dan mendengarkan apapun yang dikatakan orang tentang orang lain, agar aku tidak salah memahami siapapun. Berilah aku kesabaran dan ketenangan, jika harus menghadapi pergunjingan orang lain terhadap diri saya sendiri, agar Engkau sendiri yang menyertai aku seperti pahlawan yang gagah.
Amin
Antonius Semmy Tyar Armandha
Komentar
Posting Komentar