Ikut Yesus sampai selama-lamanya
Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini. Kis 13:32-33
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yoh 14:6
Mengikut Yesus sampai selama-selamanya bukanlah perkara mudah. Sebagaimana Yesus menderita, yang mengikuti-Nya pun harus mau memikul salibnya sendiri-sendiri, seperti Yesus memikul salib-Nya. Sekilas ini adalah kabar buruk, namun kenyataan bahwa Yesus telah berhasil memikul salib-Nya, membuat para pengikut-Nya memiliki harapan akan keberhasilan. Sebagaimana dipenuhinya janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, demikian pula harapan akan keberhasilan memikul salib.
Hal ini yang membuat saya bersemangat dalam memikul salib saya sendiri. Bukan karena penderitaannya, melainkan karena janji-Nya yang agung. Memikul salib, seperti layaknya memiliki keahlian dan spesifikasi tertentu yang memberikan kepastian jenjang karir. Memang berat dan harus dijalankan dari bawah dan berjenjang. Langkah demi langkah yang diciptakan untuk membawa salib, darah demi darah yang ditumpahkan karena menghadapi tantangan dari luar, serta luka demi luka yang terbuka karena penghianatan.
Saya menyadari ini ketika saat ini masih bergumul pada pilihan karir dan arah hidup. Bahwa apapun yang saya lakukan, haruslah memiliki dasar kayu salib yang kuat, agar ketika sampai di puncak Golgota nanti, kayu salib saya tidak patah. Di tengah ketidakpastian, ada kayu salib yang mengukuhkan. Saya menjadi tidak khawatir dan bingung lagi, selama saya yakin bahwa saya memanggul salib bersama Yesus Kristus untuk selama-lamanya. Dari sini, saya juga menyadari bahwa saya perlu pengosongan diri untuk memastikan apakah saya benar-benar memanggul salib ikut Yesus, atau justru hanya memanggul ego saya sendiri.
Di tengah ketidakpastian karir ataupun arah hidup yang saat ini masih saya gumulkan, ayat hari ini memberikan kepastian yang menggembirakan. Bahwa kemanapun karir dan hidup membawa saya, hanya salib Tuhan Yesus yang dapat memberikan pegangan. Ia yang menjadi tiang petunjuk arah di kala saya merasa tersesat dan bingung. Hal ini bukan saja merasa yakin bahwa Yesus adalah satu-satunya arah hidup saya, tetapi saya menjadi yakin bahwa apa yang saya kerjakan saat ini lah yang harus saya tekuni, bukan hal-hal lain yang kelihatan menggiurkan namun sementara. Saya jadi yakin, bahwa sesederhana apapun yang saya bisa terima hari ini, adalah berkat salib Yesus yang memberikan kepastian. Sesederhana apapun hasil yang saya dapatkan, adalah hasil dari kerja bermartabat yang saya ikat di kayu salib saya sendiri.
Sehingga saya menjadi yakin, bahwa apapun yang saya kerjakan, selama itu ikut Yesus, maka jalan keselamatan dan kebenaran sudah ada dalam langkah-langkah kaki saya.
Doa
Tuhan Allah, Engkau maha menepati janji, terbukti dengan kedatangan Putra-Mu Yesus Kristus yang wafat dan bangkit dengan salib-Nya yang menebus dunia. Perkenankanlah aku untuk memanggul salibku sendiri, dan jadikanlah kayu salibku kokoh, sehingga aku tahu jalan yang benar dan tahu patokan yang lurus agar tidak tersesat di manapun. Semoga aku yang masih dalam persimpangan hidup, dapat segera yakin melalui kayu salibku sendiri, selalu ikut Yesus sampai selama-lamanya.
Amin.
Antonius Semmy Tyar Armandha
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yoh 14:6
Mengikut Yesus sampai selama-selamanya bukanlah perkara mudah. Sebagaimana Yesus menderita, yang mengikuti-Nya pun harus mau memikul salibnya sendiri-sendiri, seperti Yesus memikul salib-Nya. Sekilas ini adalah kabar buruk, namun kenyataan bahwa Yesus telah berhasil memikul salib-Nya, membuat para pengikut-Nya memiliki harapan akan keberhasilan. Sebagaimana dipenuhinya janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, demikian pula harapan akan keberhasilan memikul salib.
Hal ini yang membuat saya bersemangat dalam memikul salib saya sendiri. Bukan karena penderitaannya, melainkan karena janji-Nya yang agung. Memikul salib, seperti layaknya memiliki keahlian dan spesifikasi tertentu yang memberikan kepastian jenjang karir. Memang berat dan harus dijalankan dari bawah dan berjenjang. Langkah demi langkah yang diciptakan untuk membawa salib, darah demi darah yang ditumpahkan karena menghadapi tantangan dari luar, serta luka demi luka yang terbuka karena penghianatan.
Saya menyadari ini ketika saat ini masih bergumul pada pilihan karir dan arah hidup. Bahwa apapun yang saya lakukan, haruslah memiliki dasar kayu salib yang kuat, agar ketika sampai di puncak Golgota nanti, kayu salib saya tidak patah. Di tengah ketidakpastian, ada kayu salib yang mengukuhkan. Saya menjadi tidak khawatir dan bingung lagi, selama saya yakin bahwa saya memanggul salib bersama Yesus Kristus untuk selama-lamanya. Dari sini, saya juga menyadari bahwa saya perlu pengosongan diri untuk memastikan apakah saya benar-benar memanggul salib ikut Yesus, atau justru hanya memanggul ego saya sendiri.
Di tengah ketidakpastian karir ataupun arah hidup yang saat ini masih saya gumulkan, ayat hari ini memberikan kepastian yang menggembirakan. Bahwa kemanapun karir dan hidup membawa saya, hanya salib Tuhan Yesus yang dapat memberikan pegangan. Ia yang menjadi tiang petunjuk arah di kala saya merasa tersesat dan bingung. Hal ini bukan saja merasa yakin bahwa Yesus adalah satu-satunya arah hidup saya, tetapi saya menjadi yakin bahwa apa yang saya kerjakan saat ini lah yang harus saya tekuni, bukan hal-hal lain yang kelihatan menggiurkan namun sementara. Saya jadi yakin, bahwa sesederhana apapun yang saya bisa terima hari ini, adalah berkat salib Yesus yang memberikan kepastian. Sesederhana apapun hasil yang saya dapatkan, adalah hasil dari kerja bermartabat yang saya ikat di kayu salib saya sendiri.
Sehingga saya menjadi yakin, bahwa apapun yang saya kerjakan, selama itu ikut Yesus, maka jalan keselamatan dan kebenaran sudah ada dalam langkah-langkah kaki saya.
Doa
Tuhan Allah, Engkau maha menepati janji, terbukti dengan kedatangan Putra-Mu Yesus Kristus yang wafat dan bangkit dengan salib-Nya yang menebus dunia. Perkenankanlah aku untuk memanggul salibku sendiri, dan jadikanlah kayu salibku kokoh, sehingga aku tahu jalan yang benar dan tahu patokan yang lurus agar tidak tersesat di manapun. Semoga aku yang masih dalam persimpangan hidup, dapat segera yakin melalui kayu salibku sendiri, selalu ikut Yesus sampai selama-lamanya.
Amin.
Antonius Semmy Tyar Armandha
Komentar
Posting Komentar