Pelita Iman dan Minyak Pengertian

Jumat, 30 Agustus 2019

Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak (Mat 25:3)

Santo Anselmus dari Canterbury pernah berkata fides quaerens intellectum, artinya iman mencari pengertian.  Menurutnya, pengertian hanya dapat dicapai ketika kita percaya terlebih dahulu. Ketika kita benar-benar sudah percaya/beriman, maka kita akan berusaha mengerti. Ungkapan tersebut tidak mengatakan bahwa hanya dengan beriman kita otomatis pada saat itu juga dapat mengerti, melainkan ada unsur pencarian terhadap pengertian tersebut. Dengan kata lain, bukti bahwa kita beriman adalah kita terus-menerus berusaha mencari pengertian tersebut.

Bacaan Injil hari ini saya rasakan betul dalam kehidupan sehari-hari. Perumpamaan mempelai wanita yang bodoh mengingatkan saya akan diri saya sendiri yang seringkali ingin segala sesuatunya praktis dan mudah. Mempelai wanita yang bodoh dalam perumpamaan tersebut, dikatakan bodoh bukan hanya tidak siap dalam menyambut mempelai pria, tetapi juga gagal dalam strategi menjaga terang-pelita yang sesungguhnya sudah ada.

Menantikan Yesus Kristus dalam hidup, terkadang seperti mempelai wanita yang harus membawa pelita dan menjaganya agar menyala terus. Pelita tersebut dapat menerangi kita untuk mencari pengertian. Kita sudah diberi terang pelita dari dalam diri kita masing-masing, yaitu iman kepada Yesus Kristus. Namun, pelita tersebut butuh diberi minyak sebagai bahan bakarnya. Minyak tersebut adalah upaya-upaya kita untuk mencari pengertian, yang digunakan untuk menghidupi nyala pelita yang kemudian akan digunakan untuk menerangi jalan kita kepada Tuhan.

Saya memahami ayat yang begitu indah pada hari ini, sebagai perintah untuk selalu tidak kenal lelah mencari pengertian sebagai bukti dari iman. Syukur kepada Allah, saya sudah memulai pencarian itu sejak sekitar 2 tahun terakhir ini, diawali dengan berbagai kursus yang diadakan di gereja maupun kategorial. Awalnya saya merasa lelah, namun inilah yang menjaga semangat saya untuk selalu mencari pengertian tersebut.

Lewat Komunitas Verbum Domini ini pula, saya berusaha menghidupi pelita iman saya, dengan terus menerus memeriksa hati lewat permenungan dan refleksi kehidupan saya. Saya berusaha mensuplai persediaan minyak pengertian saya melalui berbagai kursus dan komunitas. Meski saya akui masih banyak dosa kebiasaan yang lama, namun perspektif saya perlahan mulai berubah. Perubahan perspektif dari yang awalnya hanya memandang iman saja cukup untuk masuk Kerajaan Allah, berubah menjadi berusaha memahami kehendak Allah dalam hidup saya.

Doa

Ya Allah, terima kasih karena pelita iman yang Engkau anugerahkan kepada umat manusia, lewat Yesus Kristus yang menebus dosa kami. Semoga kami semua siap ketika Yesus Kristus sang mempelai pria datang dalam hidup kami. Bantuah kami dalam mencari minyak pengertian, agar pelita iman selalu menyala menerangi jalan kami menuju Engkau.

Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disposisi Iman

Menilai Zaman, Menilai Sistem