Disposisi Iman

Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita

1Yoh 14:12

Ayat ini bagi saya sangat penting bagi kehidupan beriman. Sebuah disposisi batin yang realistis sekaligus ideal, yaitu ketika dalam kehidupan kita menginternalisasikan Allah dari dan di dalam diri sekaligus melihat-Nya dalam ketakterhinggaan.

Kasih adalah yang terutama, karena Allah menyatakan diri-Nya tidak hanya dalam kemegahan-Nya. Ketika tidak ada sama sekali yang dapat diharapkan dari sesama (materi), kasih yang sempurna ada di dalamnya. Renungan saya minggu kemarin masih menjadi sesuatu yang ingin saya refleksikan. Sebuah komunitas di mana kasih ada di dalamnya, tidak akan pecah hanya karena ada satu atau dua konflik dan pertengkaran bahkan caci maki. Setidaknya itu yang dapat saya temukan sampai saat ini di komunitas tersebut. Yang saya sesali adalah sikap terhadap cara berdialog yang sangat tidak elok. Namun demikian, saya melihat sedikit harapan yang muncul dari sikap untuk kembali saling mendoakan dan bersahabat dari para anggotanya.

Doa

Terima kasih ya Yesus, Engkau telah menghadirkan sosok Allah ke dalam dunia dengan menghadirkan cinta kasih di tengah-tengah kami. Semoga kasih itu tetap tinggal bersama kami, sekalipun kami harus berjibaku dan berbeda pendapat.

Amin

Antonius Semmy Tyar Armandha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelita Iman dan Minyak Pengertian

Menilai Zaman, Menilai Sistem