Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

Pelita Iman dan Minyak Pengertian

Jumat, 30 Agustus 2019 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak (Mat 25:3) Santo Anselmus dari Canterbury pernah berkata fides quaerens intellectum , artinya iman mencari pengertian.  Menurutnya, pengertian hanya dapat dicapai ketika kita percaya terlebih dahulu. Ketika kita benar-benar sudah percaya/beriman, maka kita akan berusaha mengerti. Ungkapan tersebut tidak mengatakan bahwa hanya dengan beriman kita otomatis pada saat itu juga dapat mengerti, melainkan ada unsur pencarian terhadap pengertian tersebut. Dengan kata lain, bukti bahwa kita beriman adalah kita terus-menerus berusaha mencari pengertian tersebut. Bacaan Injil hari ini saya rasakan betul dalam kehidupan sehari-hari. Perumpamaan mempelai wanita yang bodoh mengingatkan saya akan diri saya sendiri yang seringkali ingin segala sesuatunya praktis dan mudah. Mempelai wanita yang bodoh dalam perumpamaan tersebut, dikatakan bodoh bukan hanya tidak siap dalam menyambut mempelai pria, te...

Dirundung? Stay cool

Jumat, 23 Agustus 2019 Komunitas Verbum Domini 4 Antonius Semmy Tyar Armandha "....Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." (Mat 22:40) Perillaku orang Farisi yang tidak suka dengan keberhasilan Yesus membungkam orang-orang Saduki adalah salah satu contoh mengapa manusia sangat sulit bersatu karena identitasnya sendiri. Saya sering menyaksikan betapa sulit seseorang/seklompok/segolongan bahkan seagama dan senegara, sangat sulit menerima prestasi orang lain. Padahal prestasinya tersebut tidak mengganggu sama sekali, justru seringkali membantu dalam membangun hal-hal yang positif. Baik di pekerjaan, di pelayanan, dan di negara ini pun saya dapat melihat betapa sulit seseorang menerima keberhasilan orang lain yang positif, termasuk diri saya sendiri. Hal ini karena saya seringkali memandang bahwa seharusnya saya yang membuat prestasi tersebut, bukan orang lain. Saya merasa terganggu bukan karena orang lain itu berhasil membawa perubahan ...

Kosong Bukan Berarti Hampa, di Tengah Hingar-Bingar Kesibukan Ia Siap Mengubahmu!

Jumat, 5 Juli 2019 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. (Mat 9:9) Ayat ini sangat menyentuh saya, karena menunjukan betapa kasih Yesus Kristus sungguh berkuasa dalam hidup saya. Pertama , Yesus berkuasa memilih bukan dipilih. Yesus memilih Matius yang notabene pemungut cukai yang bergelimang dosa untuk menjadi murid-Nya. Dasar pemilihannya begitu melampaui pemikiran orang-orang pada saat itu yang memandang hanya orang suci yang pantas mendapat kasih karunia. Kedua , Yesus berkuasa memanggil orang yang sedang sibuk bekerja di "ladang"nya masing-masing, entah itu buruk entah itu baik. Matius dipanggil dalam keadaan sibuk membuat pesta orang-orang ring 1 nya yang satu profesi pemungut cukai. Respon dari Matius sangat menginspirasi saya. Di tengah kesibukannya yang notabene sangat jauh dari Tuhan , Matius mengambil langkah revolu...

Cinta adalah Pengosongan Diri, untuk Bersedia dengan Tulus diisi Dengan Sesama

Jumat, 16 Agustus 2019 Yos 24:1-13 Mat 19:3-12 Sharing Iman Komunitas Verbum Domini 4 Antonius Semmy Tyar Armandha Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.  (Mat 19:5) Beberapa waktu yang lalu saya memutuskan untuk mengikuti program Discovery di gereja bersama dengan pacar. Saya ingin menunjukkan keseriusan saya kepada pacar bahwa saya ingin mengenalnya lebih jauh dan lebih dalam. Di kegiatan tersebut, kami diminta menggali karakter dan harapan-harapan yang ada pada diri masing-masing, agar betul-betul paham satu sama lain sebelum akhirnya nanti berlanjut ke jenjang pernikahan. Dalam setiap sesinya kami diberikan pertanyaan-pertanyaan seputar kehidupan pribadi yang nantinya akan berpengaruh pada saat pernikahan, seperti pengaturan pengeluaran dan penghasilan, tempat tinggal, seksualitas, hubungan dengan orang tua, dan lain-lain.  Dari berbagai pertanyaan tersebut...

Bahagialah Sekarang Juga!

Jumat, 9 Agustus 2019 Ul 4:32-40 Mat 16:24-28 Sharing Iman Komunitas Verbum Domini 4 Antonius Semmy Tyar Armandha Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Mat 16:26) Ayat ini begitu menyentuh saya karena sering saya bacakan kepada almarhum abang angkat saya, ketika abang sering berkeluhkesah kepada saya mengenai hidupnya. Ayat ini juga menjadi pegangan saya, setiap saya merasa kekurangan dalam hidup. Mengenai abang, ia selalu berkeluhkesah tidak bisa tidur di malam hari karena memikirkan usaha/bisnis yang ia tekuni agar bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan. Kegagalan demi kegagalan selalu menjadi topik perbincangan kita. Bahkan mungkin hal itu yang membuat sakit jantungnya bertambah parah, karena selalu memikirkan apa yang belum ia capai dalam hidupnya. Saya selalu mengatakan dengan nada tegas, “…buat apa abang punya semua harta itu kalau besoknya abang kehilangan n...

Jiwa yang Penuh, Sulit Menerima; Apalagi Menjadi Baru

Jumat, 2 Agustus 2019 Im 23:1.4-11.15-16.34b-37 Mat 13:54-58 Sharing Iman Komunitas Verbum Domini 4 Antonius Semmy Tyar Armandha Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ . (Mat 13:58) Bacaan Injil hari ini menceritakan penolakkan warga di tempat asal Yesus, terhadap ajaran-ajaran terlebih pada sosok dan keberadaan-Nya. Pada awalnya mereka takjub, namun kemudian mempertanyakan hikmat yang dimiliki-Nya berdasarkan latar belakang Yesus di kampung halaman-Nya tersebut. Dari bacaan ini, saya sangat tercelik dari sikap orang-orang yang menolak Yesus. Ada semacam prakonsepsi dan prasangka/praduga yang membebani pikiran orang-orang itu yang begitu tahu seluk-beluk keluarga Yesus, sehingga gagal memahami anugerah Allah lewat keberadaan Yesus. Mereka gagal melihat anugerah, karena terhalang “kabut-kabut” pengetahuan akan Yesus yang kemudian menjadi prasangka. Prasangka-prasangka itulah yang melekat kuat dalam diri orang-orang yang ...

Takut dan Waspada

Jumat, 12 Juli 2019 Kej 46:1-7, 28-30 Mat 10:16-23 Sharing Iman  Komunitas Verbum Domini 4 Antonius Semmy Tyar Armandha Dari bacaan pertama dan bacaan injil hari ini, ada dua kata kunci yang dapat mewakili yaitu “takut” dan “waspada”. Allah berbicara kepada Yakub agar tidak takut pergi ke Mesir dalam rangka menyusul Yusuf anaknya. Ketakutan ini sungguh manusiawi, karena Yakub diliputi ketakutan menjadi orang asing di Mesir (Kej 46:3). Sementara itu pada bacaan injil, Yesus memperingatkan para murid-muridnya agar berwaspada terhadap orang-orang yang akan mempersekusi mereka nanti ketika mewartakan kabar baik. Yesus sendiri pernah mengalami ketakutan pada malam sebelum Ia diserahkan untuk disalib (Mrk 13:37). Perasaan ketakutan, dengan demikian adalah alami pada diri manusia. Yang membedakan adalah kemampuan untuk waspada dari majelis agama yang bengis (Mat 10:17), pemerintah yang menindas (Mat 10: 18), dan saudara seperti musuh dalam selimut (Mat 10:21). Ketakuta...

BERGELIMANG LUMPUR MISI: Sebuah refleksi dan sharing Kursus Misiologi KKM KWI 2018

“Sebab sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal” (Kor 13:12)           Memasuki era industrialisasi 4.0 [1] kehidupan manusia di satu sisi semakin dimudahkan, namun di sisi lain semakin diceraiberaikan dalam jurang ketimpangan sosial dan ekonomi. Ketimpangan sosial dan ekonomi yang sarat dalam kapitalisme, bertransformasi seiring perkembangan teknologi yang ditawarkan dalam indusrialisasi 4.0. Kapitalisme menjadi sebuah tirani yang melebarkan ketimpangan tersebut, dan Gereja harus menyadarinya untuk bertransformasi pula menyesuaikan kondisi. [2] Ajakan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk kita agar berani “mengotori sepatu” di tengah “kubangan” realita sosial dan tugas Gereja sangatlah urgen mengingat pengaruh tanda-tanda zaman. [3] Saat in...