Dirundung? Stay cool

Jumat, 23 Agustus 2019

Komunitas Verbum Domini 4

Antonius Semmy Tyar Armandha

"....Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." (Mat 22:40)

Perillaku orang Farisi yang tidak suka dengan keberhasilan Yesus membungkam orang-orang Saduki adalah salah satu contoh mengapa manusia sangat sulit bersatu karena identitasnya sendiri. Saya sering menyaksikan betapa sulit seseorang/seklompok/segolongan bahkan seagama dan senegara, sangat sulit menerima prestasi orang lain. Padahal prestasinya tersebut tidak mengganggu sama sekali, justru seringkali membantu dalam membangun hal-hal yang positif. Baik di pekerjaan, di pelayanan, dan di negara ini pun saya dapat melihat betapa sulit seseorang menerima keberhasilan orang lain yang positif, termasuk diri saya sendiri.

Hal ini karena saya seringkali memandang bahwa seharusnya saya yang membuat prestasi tersebut, bukan orang lain. Saya merasa terganggu bukan karena orang lain itu berhasil membawa perubahan positif, tetapi se-sederhana karena itu yang membuat bukan saya, sehingga saya tidak mendapatkan perhatian yang cukup agar eksistensi saya diakui.

Dan hari ini Yesus mengajarkan, dengan sangat baik, bahwa kita tidak perlu reaksioner terhadap prestasi atau keberhasilan orang lain. Dan yang lebih penting, kita tidak perlu reaksioner terhadap orang-orang yang mencoba menjatuhkan kita. Yang terpenting adalah kita tahu betul apa yang menjadi kemampuan kita dan bagaimana kita menyampaikannya kepada orang lain. Dengan mengatakan kedua hukum yang terutama, Yesus berhasil menunjukkan bahwa Ia memang betul-betul bisa membungkam orang-orang Saduki, dan Ia bisa menyampaikannya dengan sangat baik kepada orang Farisi.

Dengan penyampaian yang singkat, jelas, dan padat, orang-orang Farisi tidak akan bisa berkutik lagi. Yesus mengajarkan supaya kita merespon orang2 yang dengki terhadap kita dengan sikap tenang dan tidak reaksioner. Yesus mengajarkan kita agar kita mampu menjawab keraguan, sindiran, bahkan makian sekalipun degan bahasa yang lugas, tegas, santun, dan yang pasti sederhana dan mampu dipahami dengan baik oleh siapapun.

Jika tidak, maka kita semua tidak ada bedanya dengan orang-orang Farisi tersebut.

DOA

Ya Allah Bapa, Engkau telah menunjukkan keluhuran dan kebijaksanaan Yesus Kristus Putera-Mu Tuhan kami, dengan menampakkan betapa perlunya hikmat dalam menanggapi cobaan dari orang lain. Semoga kami semua umat-Mu yang berada dalam satu tubuh-Mu yaitu Gereja Katolik, mampu seperti Yesus Kristus dalam menjawab segala cobaan bahkan makian dari orang-orang di sekitar kami.

Amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disposisi Iman

Pelita Iman dan Minyak Pengertian

Menilai Zaman, Menilai Sistem