Kosong Bukan Berarti Hampa, di Tengah Hingar-Bingar Kesibukan Ia Siap Mengubahmu!

Jumat, 5 Juli 2019

Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. (Mat 9:9)

Ayat ini sangat menyentuh saya, karena menunjukan betapa kasih Yesus Kristus sungguh berkuasa dalam hidup saya. Pertama, Yesus berkuasa memilih bukan dipilih. Yesus memilih Matius yang notabene pemungut cukai yang bergelimang dosa untuk menjadi murid-Nya. Dasar pemilihannya begitu melampaui pemikiran orang-orang pada saat itu yang memandang hanya orang suci yang pantas mendapat kasih karunia. Kedua, Yesus berkuasa memanggil orang yang sedang sibuk bekerja di "ladang"nya masing-masing, entah itu buruk entah itu baik. Matius dipanggil dalam keadaan sibuk membuat pesta orang-orang ring 1 nya yang satu profesi pemungut cukai.

Respon dari Matius sangat menginspirasi saya. Di tengah kesibukannya yang notabene sangat jauh dari Tuhan, Matius mengambil langkah revolusioner untuk berubah dari hidup lama ke hidup yang baru. Kerendahan hati Matius tidak didapatkan dari mana-mana. Menurut hemat saya Matius yang  ilmu keagamaannya bagai bumi dan langit dengan orang-orang farisi, justru itulah yang membuat ia benar-benar mampu menerima panggilan Yesus dengan segala kekosongannya dan keterlepasannya dari persepsi-persepsi agama yang pada saat itu semakin anakronis. Kondisinya yang tidak paham agama, yang tidak pernah merasakan hadirat Tuhan, membuatnya rendah hati dan mau menerima panggilan Tuhan di tengah kekosongan yang diderita.

Kesibukan Matius sebagai pemungut cukai juga tidak menghalanginya untuk menerima panggilan. Justru kesibukannya yang jauh dari Tuhan tersebut, yang membuatnya mengalami kekosongan iman dan pada akhirnya menemukan Yesus yang secara tidak sadar ia cari-cari selama ini. Menurut saya Yesus bukan tidak mau memanggil orang-orang yang tidak bekerja (pengangguran), melainkan bahwa kasih Yesus dibutuhkan di tengah-tengah orang-orang sibuk yang sayangnya juga berada lebih dekat di tengah-tengah pusaran ketersesatan.

Merefeleksikan panggilan Matius, saya merasakan dan tersentuh akan kisah tersebut terutama pada bagian ayat dimana Yesus memanggil Matius. Selama ini dunia-kehidupan yang saya cari hanya passion karir dan penghasilan, dengan Yesus hanya sekedar tambahan saja. Yesus tidak menjadi pusat dari tujuan hidup saya. Di tambah lagi kesibukan sehari-hari bekerja, yang membuat saya lelah baik di kantor maupun di perjalanan. Saya sering berpikir buat apa saya pelayanan dan berdoa, yang membuat saya tidak fokus dalam mengejar pengembangan diri dan karir saya. Namun demikian, ayat pada hari ini mengetuk pintu hati saya. Bahwa justru di tengah-tengah kesibukan saya, justru Tuhan semakin dibutuhkan.

Pertama agar saya memiliki pemahaman yang benar tentang relasi saya dengan Allah. Selama ini Allah hanya sekedar pelengkap dalam hidup, yang jika saya butuh saya datang, jika saya tidak butuh saya lupa. Allah tidak lagi hanya sebagai kebutuhan, melainkan arah bagi apa yang sedang saya kerjakan, apa yang sedang saya tabung, dan apa yang sedang rencanakan.

Kedua agar kebutuhan-kebutuhan terhadap yang bersifat jasmani dapat saya serahkan seutuhnya kepada penyertaan Tuhan dan bimbinga-Nya, sehingga dalam segala kondisi saya dapat tahan terhadap hambatan, gangguan, dan ancaman, serta siap menghadapi tantangan.

Ketiga agar senantiasa saya merendahkan hati untuk mengikut Tuhan dengan segala kekosongan dan keapadaannya akal pikir maupun iman saya.

Doa

Ya Tuhan Yesus persiapkanlah hatiku agar selalu dapat Engkau panggil setiap saat. Persiapkanlah jiwaku agar aku mampu mendengarkan panggilan-Mu dimanapun aku sibuk dan dimanapun aku berada. Lebih dari itu, arahkanlah kesibukan-Ku ke jalan yang benar, yaitu jalan-Mu.

Amin

Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disposisi Iman

Pelita Iman dan Minyak Pengertian

Menilai Zaman, Menilai Sistem