Tuhan ikut Menderita Bersama Kita
Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,
2Tim 3:12
Permenungan saya hari ini adalah mengenai penderitaan. Dia yang berani menderita adalah sang pengikut Kristus sejati. Kristus ikut menderita bersama-sama dengan kita hari ini, hari besok dan hari yang akan datang.
Bagi saya hal itulah yang harus diingat dalam kehidupan beriman.
Jika dilihat, betapa tragis kehidupan manusia di dunia. Saya sendiri selalu bertanya, apakah ada harapan yang bisa mengandaskan semua tragik tersebut. Apakah semuanya akan baik2 saja? Saya tidak tahu. Dan pada saat ini saya mulai ingin berhenti beriman dengan hanya mengandalkan harapan. Tapi melalui ayat hari ini saya sadar bahwa iman harus mengandalkan penderitaan dan menyadari bahwa Tuhan juga turut menderita bersama2 dengan umat-Nya.
Yang saya kagumi dari Bunda Teresa misalnya, adalah kesetiaannya ketika ia merasa kosong dan jauh dari kehadiran Tuhan. Pada saat ia setia dan kosong padahal tanpa harapan itulah yang membuat saya sangat kagum.
Hari-hari ini saya juga merasa lelah, karena seakan tidak ada harapan kemajuan dalam hidup saya. Saya sadar bahwa saya terlalu menggantungkan iman saya pada harapan bahwa Tuhan akan menjamin hidup saya. Tetapi tidak. Ayat hari ini memberikan pengertian pada saya, bahwa yang Tuhan janjikan adalah bahwa Ia sendiri ikut menderita bersama-sama saya. Bukan harapan untuk hidup enak, bukan harapan akan kejayaan.
Doa
Ya Bapa, aku yakin Engkau hadir di sini. Di setiap langkah derita yang aku jalani. Itulah yang membuat aku kuat untuk menyongsong perubahan.
Amin
2Tim 3:12
Permenungan saya hari ini adalah mengenai penderitaan. Dia yang berani menderita adalah sang pengikut Kristus sejati. Kristus ikut menderita bersama-sama dengan kita hari ini, hari besok dan hari yang akan datang.
Bagi saya hal itulah yang harus diingat dalam kehidupan beriman.
Jika dilihat, betapa tragis kehidupan manusia di dunia. Saya sendiri selalu bertanya, apakah ada harapan yang bisa mengandaskan semua tragik tersebut. Apakah semuanya akan baik2 saja? Saya tidak tahu. Dan pada saat ini saya mulai ingin berhenti beriman dengan hanya mengandalkan harapan. Tapi melalui ayat hari ini saya sadar bahwa iman harus mengandalkan penderitaan dan menyadari bahwa Tuhan juga turut menderita bersama2 dengan umat-Nya.
Yang saya kagumi dari Bunda Teresa misalnya, adalah kesetiaannya ketika ia merasa kosong dan jauh dari kehadiran Tuhan. Pada saat ia setia dan kosong padahal tanpa harapan itulah yang membuat saya sangat kagum.
Hari-hari ini saya juga merasa lelah, karena seakan tidak ada harapan kemajuan dalam hidup saya. Saya sadar bahwa saya terlalu menggantungkan iman saya pada harapan bahwa Tuhan akan menjamin hidup saya. Tetapi tidak. Ayat hari ini memberikan pengertian pada saya, bahwa yang Tuhan janjikan adalah bahwa Ia sendiri ikut menderita bersama-sama saya. Bukan harapan untuk hidup enak, bukan harapan akan kejayaan.
Doa
Ya Bapa, aku yakin Engkau hadir di sini. Di setiap langkah derita yang aku jalani. Itulah yang membuat aku kuat untuk menyongsong perubahan.
Amin
Komentar
Posting Komentar