Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Membiasakan yang Benar

Sebab jika mereka mampu mengetahui sebanyak itu, sehingga dapat menyelidiki jagat raya, mengapa gerangan mereka tidak terlebih dahulu menemukan Penguasa kesemuanya itu? Keb 13:9 Hidup ini terasa terlalu singkat jika manusia hanya melakukan dan memikirkan pekerjaan-pekerjaan yang tidak bermakna. Inilah yang saya tangkap dari bacaan hari ini, yang saya wakilkan dengan ayat di atas. Hal ini yang membuat kita tidak bisa menemukan Kerajaan Allah yang sebetulnya sudah ada di tengah-tengah manusia, seperti yang dikatakan Yesus sendiri pada Bacaan Injil kemarin.  Pekerjaan-pekerjaan yang tidak bermakna, bagi saya adalah pekerjaan yang kita lakukan tanpa bisa kita refleksikan, yang kita biarkan berjalan begitu saja di setiap detiknya, dan yang tidak kita persembahkan bagi kemuliaan Tuhan. Sebagai contoh, saya sendiri setiap hari bekerja, melakukan pelayanan, dan aktivitas lain yang mendukung. Ada kalanya saya semangat, ada kalanya tidak. Saya berpikir apa dan di mana yang salah, sehingga sa...

Anak-anak Allah, Mendamaikan Dahulu dan yang Sekarang

Jumat, 1 November 2019 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Mat 5:9 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.  1Yoh 3:2 Selama satu minggu ini saya mengalami beberapa pergulatan batin yang saya alami dalam suatu komunitas pelayanan. Saya merasa cukup jenuh berada di komunitas pelayanan ini. Kemudian, saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri, mengapa saya begitu jenuh, dan saya membuat beberapa dugaan. Dugaan pertama, karena pelayanan ini begitu rutin dan mengurangi waktu tidur saya, sehingga saya cukup kelelahan. Dugaan kedua, karena komunitas yang menaungi pelayanan tersebut tidak mengemas pertemuan rutin yang memberikan penguatan yang cukup secara rohani bagi saya, sehingga s...

Rendah hati: Berani Melihat Masalah dan Memperjuangkannya

27 Oktober 2019 Doa orang miskin menembusi awan, dan ia tidak akan terhibur sampai mencapai tujuannya. Ia tidak berhenti hingga Yang Mahatinggi memandangnya, dan memberikan hak kepada orang benar dan menjalankan pengadilan. (Sir 35:17-18) Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. (Luk 18:13) Bacaan hari ini sungguh mengetuk hati saya untuk membuat refleksi tentangnya dalam hidup saya. Tuhan mengatakan bahwa doa orang miskin menembus langit naik surga. Waktu saya berdoa Rosario hari ini, saya mendapatkan makna tentang bacaan tersebut. Dua ayat emas yg saya kutip, saya rasakan begitu terkait. Karakter orang miskin yang diceritakan, begitu menggugah saya. Tidak hanya sekedar menyangkal diri, kerendahan hati yang ditunjukan pemungut cukai, sungguh dijelaskan karakternya oleh Paulus. Yaitu bahwa orang yang rendah hati selalu sadar atas kelemahan dan dosa-dosany...

Menilai Zaman, Menilai Sistem

Renungan bacaan 25 Oktober 2019 Antonius Semmy Tyar Armandha Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? (Luk 12:56-57) Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam dalam aku (Rm 7:20) Renungan saya hari ini cukup panjang, namun sama sekali bukan untuk memberikan suatu analisis yang mengarah pada pengajaran. Tidak. Saya membuat renungan ini berdasarkan pada apa yang saya rasakan menjadi sarana bagi Allah untuk menyapa saya secara pribadi. Adapun panjangnya renungan ini karena bacaan hari ini sangat mengena bagi saya karena terkait dengan apa yang saya amati dan saya rasakan belakangan ini. Bagi saya, kedua ayat emas yang saya pilih dari bacaan hari ini mau mengatakan bahwa dosa yang ada pada diri kita bukanlah datang dari bagian terdalam dari diri kita, ...

Jangan biarkan orang lain mengendalikan siapa Anda!

Jumat 18 Oktober 2019 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu . (Luk 10:6) Pada awal membaca Injil hari ini, entah mengapa Lukas 10:6 langsung  membuat saya terpana, dan merasa bahwa ayat inilah ayat emas saya hari ini. Padahal banyak ayat lain yang lebih familiar bagi saya, entah karena maknanya penting bagi Gereja atau bagi iman Kristiani pada umumnya.  Ketika saya renung2kan lagi, ternyata memang satu minggu belakangan ini yang ada di benak saya adalah tentang bagaimana menghadapi keculasan orang lain, dan bagaimana saya harus bersikap menanggapinya. Punya atasan yang suka melampiaskan emosinya ke bawahan, pastinya tidak enak dan menjadi beban tersendiri. Ini yang membuat saya akhir2 ini memikirkan bagaimana caranya suatu saat bisa "ngerjain" bahkan kalau perlu berontak dan seketika keluar dari pekerjaan dengan merendahkan orang yang kebetulan jadi atasan saya ...

Pelita Iman dan Minyak Pengertian

Jumat, 30 Agustus 2019 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak (Mat 25:3) Santo Anselmus dari Canterbury pernah berkata fides quaerens intellectum , artinya iman mencari pengertian.  Menurutnya, pengertian hanya dapat dicapai ketika kita percaya terlebih dahulu. Ketika kita benar-benar sudah percaya/beriman, maka kita akan berusaha mengerti. Ungkapan tersebut tidak mengatakan bahwa hanya dengan beriman kita otomatis pada saat itu juga dapat mengerti, melainkan ada unsur pencarian terhadap pengertian tersebut. Dengan kata lain, bukti bahwa kita beriman adalah kita terus-menerus berusaha mencari pengertian tersebut. Bacaan Injil hari ini saya rasakan betul dalam kehidupan sehari-hari. Perumpamaan mempelai wanita yang bodoh mengingatkan saya akan diri saya sendiri yang seringkali ingin segala sesuatunya praktis dan mudah. Mempelai wanita yang bodoh dalam perumpamaan tersebut, dikatakan bodoh bukan hanya tidak siap dalam menyambut mempelai pria, te...

Dirundung? Stay cool

Jumat, 23 Agustus 2019 Komunitas Verbum Domini 4 Antonius Semmy Tyar Armandha "....Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." (Mat 22:40) Perillaku orang Farisi yang tidak suka dengan keberhasilan Yesus membungkam orang-orang Saduki adalah salah satu contoh mengapa manusia sangat sulit bersatu karena identitasnya sendiri. Saya sering menyaksikan betapa sulit seseorang/seklompok/segolongan bahkan seagama dan senegara, sangat sulit menerima prestasi orang lain. Padahal prestasinya tersebut tidak mengganggu sama sekali, justru seringkali membantu dalam membangun hal-hal yang positif. Baik di pekerjaan, di pelayanan, dan di negara ini pun saya dapat melihat betapa sulit seseorang menerima keberhasilan orang lain yang positif, termasuk diri saya sendiri. Hal ini karena saya seringkali memandang bahwa seharusnya saya yang membuat prestasi tersebut, bukan orang lain. Saya merasa terganggu bukan karena orang lain itu berhasil membawa perubahan ...

Kosong Bukan Berarti Hampa, di Tengah Hingar-Bingar Kesibukan Ia Siap Mengubahmu!

Jumat, 5 Juli 2019 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. (Mat 9:9) Ayat ini sangat menyentuh saya, karena menunjukan betapa kasih Yesus Kristus sungguh berkuasa dalam hidup saya. Pertama , Yesus berkuasa memilih bukan dipilih. Yesus memilih Matius yang notabene pemungut cukai yang bergelimang dosa untuk menjadi murid-Nya. Dasar pemilihannya begitu melampaui pemikiran orang-orang pada saat itu yang memandang hanya orang suci yang pantas mendapat kasih karunia. Kedua , Yesus berkuasa memanggil orang yang sedang sibuk bekerja di "ladang"nya masing-masing, entah itu buruk entah itu baik. Matius dipanggil dalam keadaan sibuk membuat pesta orang-orang ring 1 nya yang satu profesi pemungut cukai. Respon dari Matius sangat menginspirasi saya. Di tengah kesibukannya yang notabene sangat jauh dari Tuhan , Matius mengambil langkah revolu...

Cinta adalah Pengosongan Diri, untuk Bersedia dengan Tulus diisi Dengan Sesama

Jumat, 16 Agustus 2019 Yos 24:1-13 Mat 19:3-12 Sharing Iman Komunitas Verbum Domini 4 Antonius Semmy Tyar Armandha Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.  (Mat 19:5) Beberapa waktu yang lalu saya memutuskan untuk mengikuti program Discovery di gereja bersama dengan pacar. Saya ingin menunjukkan keseriusan saya kepada pacar bahwa saya ingin mengenalnya lebih jauh dan lebih dalam. Di kegiatan tersebut, kami diminta menggali karakter dan harapan-harapan yang ada pada diri masing-masing, agar betul-betul paham satu sama lain sebelum akhirnya nanti berlanjut ke jenjang pernikahan. Dalam setiap sesinya kami diberikan pertanyaan-pertanyaan seputar kehidupan pribadi yang nantinya akan berpengaruh pada saat pernikahan, seperti pengaturan pengeluaran dan penghasilan, tempat tinggal, seksualitas, hubungan dengan orang tua, dan lain-lain.  Dari berbagai pertanyaan tersebut...

Bahagialah Sekarang Juga!

Jumat, 9 Agustus 2019 Ul 4:32-40 Mat 16:24-28 Sharing Iman Komunitas Verbum Domini 4 Antonius Semmy Tyar Armandha Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Mat 16:26) Ayat ini begitu menyentuh saya karena sering saya bacakan kepada almarhum abang angkat saya, ketika abang sering berkeluhkesah kepada saya mengenai hidupnya. Ayat ini juga menjadi pegangan saya, setiap saya merasa kekurangan dalam hidup. Mengenai abang, ia selalu berkeluhkesah tidak bisa tidur di malam hari karena memikirkan usaha/bisnis yang ia tekuni agar bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan. Kegagalan demi kegagalan selalu menjadi topik perbincangan kita. Bahkan mungkin hal itu yang membuat sakit jantungnya bertambah parah, karena selalu memikirkan apa yang belum ia capai dalam hidupnya. Saya selalu mengatakan dengan nada tegas, “…buat apa abang punya semua harta itu kalau besoknya abang kehilangan n...

Jiwa yang Penuh, Sulit Menerima; Apalagi Menjadi Baru

Jumat, 2 Agustus 2019 Im 23:1.4-11.15-16.34b-37 Mat 13:54-58 Sharing Iman Komunitas Verbum Domini 4 Antonius Semmy Tyar Armandha Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ . (Mat 13:58) Bacaan Injil hari ini menceritakan penolakkan warga di tempat asal Yesus, terhadap ajaran-ajaran terlebih pada sosok dan keberadaan-Nya. Pada awalnya mereka takjub, namun kemudian mempertanyakan hikmat yang dimiliki-Nya berdasarkan latar belakang Yesus di kampung halaman-Nya tersebut. Dari bacaan ini, saya sangat tercelik dari sikap orang-orang yang menolak Yesus. Ada semacam prakonsepsi dan prasangka/praduga yang membebani pikiran orang-orang itu yang begitu tahu seluk-beluk keluarga Yesus, sehingga gagal memahami anugerah Allah lewat keberadaan Yesus. Mereka gagal melihat anugerah, karena terhalang “kabut-kabut” pengetahuan akan Yesus yang kemudian menjadi prasangka. Prasangka-prasangka itulah yang melekat kuat dalam diri orang-orang yang ...

Takut dan Waspada

Jumat, 12 Juli 2019 Kej 46:1-7, 28-30 Mat 10:16-23 Sharing Iman  Komunitas Verbum Domini 4 Antonius Semmy Tyar Armandha Dari bacaan pertama dan bacaan injil hari ini, ada dua kata kunci yang dapat mewakili yaitu “takut” dan “waspada”. Allah berbicara kepada Yakub agar tidak takut pergi ke Mesir dalam rangka menyusul Yusuf anaknya. Ketakutan ini sungguh manusiawi, karena Yakub diliputi ketakutan menjadi orang asing di Mesir (Kej 46:3). Sementara itu pada bacaan injil, Yesus memperingatkan para murid-muridnya agar berwaspada terhadap orang-orang yang akan mempersekusi mereka nanti ketika mewartakan kabar baik. Yesus sendiri pernah mengalami ketakutan pada malam sebelum Ia diserahkan untuk disalib (Mrk 13:37). Perasaan ketakutan, dengan demikian adalah alami pada diri manusia. Yang membedakan adalah kemampuan untuk waspada dari majelis agama yang bengis (Mat 10:17), pemerintah yang menindas (Mat 10: 18), dan saudara seperti musuh dalam selimut (Mat 10:21). Ketakuta...

BERGELIMANG LUMPUR MISI: Sebuah refleksi dan sharing Kursus Misiologi KKM KWI 2018

“Sebab sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal” (Kor 13:12)           Memasuki era industrialisasi 4.0 [1] kehidupan manusia di satu sisi semakin dimudahkan, namun di sisi lain semakin diceraiberaikan dalam jurang ketimpangan sosial dan ekonomi. Ketimpangan sosial dan ekonomi yang sarat dalam kapitalisme, bertransformasi seiring perkembangan teknologi yang ditawarkan dalam indusrialisasi 4.0. Kapitalisme menjadi sebuah tirani yang melebarkan ketimpangan tersebut, dan Gereja harus menyadarinya untuk bertransformasi pula menyesuaikan kondisi. [2] Ajakan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk kita agar berani “mengotori sepatu” di tengah “kubangan” realita sosial dan tugas Gereja sangatlah urgen mengingat pengaruh tanda-tanda zaman. [3] Saat in...